2 Tahun Berbenah, Kampus IAIN Parepare Berubah Drastis



Humas IAIN Parepare - Semenjak kepemimpinan Ahmad Sultra Rustan, IAIN Parepare mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai program pengembangan terus digulirkan, mulai dari tranformasi STAIN menjadi IAIN sampai kepada pembangunan fisik kampus. Saat ini, pembangunan gedung-gedung mewah terus dilakukan. Kurang 3 tahun, IAIN Parepare telah memiliki 9 gedung baru dengan anggaran milyaran rupiah. Kampus ini mengalami perubahan yang sangat drastis dan menjadi kampus dengan fasilitas yang cukup modern dari sisi fisik.

Kasubag perencanaan, Hasyim yang ditemui disela-sela kesibukannya, Senin, 18/2/2019 di ruang kerjanya mengemukakan, gudung-gedung baru tersebut sengaja didesain modern  dengan kombinasi arsitektur Islam yang berfilosofi kearifan lokal. Desain tersebut padu harmoni dengan panorama alam dan demografi tanah yg berbukit, sehingga tata ruang dan gedungnya menambah kesan keindahan kampus. "Kami sedang mendesain kampus ini agar kelihatan elegan, eksostis dan nyaman bagi siapa pun yang datang berkunjung, khususnya bagi para mahasiswa, dosen dan ASN IAIN Parepare" ungkapnya.

Bukan itu saja, lanjut Hasyim menuturkan pembangunan gedung juga dilengkapi dengan desain interior yang menarik. Setiap bagian dalam gedung, baik gedung perkantoran atau pun gedung perkuliahan tertata dengan baik, mulai dari cat dinding, plafon, pencahayaan, dan lain-lain. Khusus untuk gedung perkuliahan dilengkapi dengan fasilitas AC, LCD pembelajaran, white broad, dan jaringan internet. "Insyaallah, mahasiswa akan merasakan kenyamanan kuliah di IAIN Parepare" pungkasnya.

Sejenak memperhatikan kampus IAIN Parepare, seakan-akan kita berada di suatu tempat destinasi wisata berkelas. Berada di atas ketinggian bukit dengan hamparan laut yang membiru. Pada sisi lain ada bentangan lembah, bukit dan pegunungan di arah selatan kabupaten Pinrang. Arah utara, kita akan terpesona kelap kelip lampu kota Pareapare di malam hari. IAIN Parepare, sungguh menjelma menjadi kampus yang menakjubkan. Jika kita berada di gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, kita akan takjub dengan baling-baling raksasa milik PLTB di arah timur-utara kota Parepare.

Masyarakat disekitar pun mengaku takjub dan bangga melihat perkembangan kampus ini. "Dulu, kampus ini kelihatan kumuh dan sempit, yang ada hanya ada gedung tua berlantai satu. Tapi sekarang, banyakmi gedung baru yang bertingkat, seperti di kota-kota besar" ujar pak Rahmat, warga yang berdomisili di sekitar kampus. "Mahasiswa yang kuliah di dalam (kampus) semakin banyak, sudah ribuan jumlahnya. Pada tahun 1990an, mahasiswa hanya puluhan saja." ulas pak Rahmat bercerIta.

Bagi pak Rahmat dan masyarakat sekitarnya, perkembangan dan kemajuan yang dicapai IAIN Parepare juga membawah berkah bagi mereka. Pintu-pintu reski masyarakat sekitar terbuka lebar seiring bertambah banyaknya mahasiswa yang berdomisi di daerah mereka. Mereka mulai membuka usaha baru. Ada yang membangun rumah kos-kosan, warung makan, loundry, percetakan/fotocopy, warkop, tokoh pakaian/campuran, dan lain-lain. "Alhamdulillah, usaha kami lancar" ungkap pak Rahmat dengan mata berbinar. (s.s).

[caption id="attachment_9649" align="alignnone" width="300"] Gedung Perpustakaan IAIN Parepare[/caption]

[caption id="attachment_9648" align="alignnone" width="300"] Gedung Adiotorium IAIN Parepare[/caption]

[caption id="attachment_9651" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Tarbiyah[/caption]

[caption id="attachment_9653" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam[/caption]

[caption id="attachment_9654" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam[/caption]

[caption id="attachment_9655" align="alignnone" width="300"] Gedung Pascasarjana IAIN Parepare[/caption]

Komentar